AUTHOR REVIEW
Great Manager = The Manager who Dares to Break the Rules
Sumber: Manajemen, No. 167 / Jul 2002, Hal 27--28
Pada kesempatan Seminar Sehari "Break All The Rules of Conventional Wisdoms": Terobosan Kreatif Menumbuhkembangkan Bisnis dan Menjadi Manajer Terbaik, hadir sebagai salah seorang pembicara Dr. Riawan Amin, beliau saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur Bank Muamalat Indonesia (BMI). Pada pembukaan presentasinya Dr. Riawan Amin mengakui bahwa ia hidup dalam lingkungan yang "breaking the rules”, termasuk sekarang ini di BMI. Betapa tidak, BMI lahir pada saat UU Perbankan belum memperbolehkan lahirnya bank syariah, karena pada saat itu UU Perbankan masih mengacu definisi bank, yang mengatakan bahwa bank adalah lembaga intermediary yang mendapatkan keuntungannya melalui bunga (interest), padahal BMI sama sekali tidak mengenal istilah bunga. Untuk menyiasati hal ini BMI mengatakan bahwa BMI adalah bank yang menjalankan bisnisnya dengan mengenakan bunga 0%.
Bank Muamalat Indonesia adalah salah bentuk upaya kami dalam lingkup hubungan antar manusia, berbeda dengan hubungan dengan Pencipta yang berprinsip "Jangan melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan oleh Tuhan", maka jika menyangkut hubungan antar manusia maka yang dianut adalah prinsip "selama tidak dilarang, maka boleh dilakukan." Untuk itulah maka BMI kemudian lahir, karena mengacu pada prinsip tersebut, maka dapat dikatakan BMI adalah sebuah bank yang bekerja dengan semangat fleksibilitas yang tinggi.
Kemudian Dr. Riawan Amin bertutur sebuah cerita yang diangkat dari buku "First, Break All The Rules" karya Marcus Buckingham dan Curt Coffman, dalam buku tersebut diceritakan kisah tentang seekor kalajengking dengan seekor katak.
Kalajengking dilahirkan sebagai makhluk yang tak dapat berenang, satu hal yang dapat ia lakukan adalah menyengat. Suatu ketika kalajengking berada di pinggir sungai, tentu saja ia tak mampu menyeberanginya karena ia memang tidak dilahirkan dengan keahlian berenang, beruntunglah di pinggir sungai itu ada seekor katak, maka berkatalah sang kalajengking, "Hai katak maukah kau membantuku menyeberangi sungai ini?," mendengar permintaan ini kemudian katak menjawab, "Bagaimana mungkin aku membantumu menyeberangi sungai ini, karena aku tahu pasti kau akan menyengatku. Lalu sang kalajengking kembali berujar, "Bagaimana mungkin aku melakukan hal sebodoh itu, jika kau kusengat tentunya kau akan tenggelam, dan itu artinya aku juga ikut tenggelam. Mendengar pernyataan kalajengking maka sejurus kemudian sang katak telah membawa kalajengking di punggungnya menyeberangi sungai. Tak berapa lama kemudian sang katak merasakan sakit di punggungnya, sungguh tak disangka ternyata kalajengking tak menepati perkataannya, lalu sang katak berkata, "Mengapa kau melakukan hal ini, tahukah kau kita akan mati bersama-sama!," lalu sang kalajengking berkata, "Aku tahu tapi aku adalah seekor kalajengking. Hal yang aku kuasai adalah menyengat."
Dari cerita ini dapat ditarik sebuah kesimpulan, bahwa kita tak dapat mengubah sesuatu, karena sesugguhnya sesuatu itu akan berubah dengan sendirinya. Demikian pula halnya dengan manusia, memang .benar jika dikatakan manusia memiliki kemampuan untuk berubah, namun pada dasarnya manusia itu tak dapat diubah. Inilah titik berat dari buku ini, yaitu berupaya untuk mendayagunakan sumberdaya manusia yang ada dalam sebuah perusahaan.
Breaking All the Rules Manajer yang baik secara umum memiliki satu kesamaan, yaitu sebelum mereka melakukan sesuatu, yang pertama kali mereka lakukan adalah melanggar semua kebijakan konvensional. Manajer yang unggul tidak akan membantu orang untuk menanggulangi kelemahan-kelemahannya, akan tetapi berusaha untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihannya semaksimal mungkin. Para manajer unggul adalah seorang revolusionaris sejati, mereka menumbangkan kebijakan konvensional dan mengungkapkan kebenaran baru.
Buku "First, Break All the Rules" adalah buah dari dua studi yang digelar oleh Gallup Organization dalam kurun 25 tahun. Studi pertama mereka terkonsentrasi pada para karyawan, dan difokuskan untuk menjawab pertanyaan "Apa yang paling diperlukan oleh para karyawan yang produktif?." Gallup melakukan survei terhadap lebih dan satu juta karyawan dan berbagai kalangan industri yang tersebar di berbagai negara. Pertanyaan yang diajukan mencakup seluruh aspek kehidupan karyawan tersebut, dengan harapan dapat menemukan kebutuhan terpenting yang diinginkan oleh karyawan produktif tersebut. Temuan dari studi ini diantaranya adalah, para pekerja produktif membutuhkan manajer unggul (great managers). Para pekerja produktif ini lebih memilih untuk bergabung dengan perusahaan yang memiliki kepemimpinan karismatik, memiliki banyak manfaat dan memiliki program pelatihan kelas dunia.
Namun dari temuan pertama itu hadir pertanyaan kedua "Bagaimana para manajer unggul dapat menemukan, fokus dan, mempertahankan para karyawan produktif tersebut?" Menyikapi kenyataan ini Gallup kemudian melakukan penelitian terhadap perusahaan dari skala kecil hingga perusahan besar. Pertanyaan yang diajukan menyangkut penjualan, keuntungan, kepuasan pelanggan, turn over karyawan, dan pertanyaan lainnya yang secara langsung menjadi parameter untuk mengukur kemampuan perusahaan. Analisa penelitian ini dititikberatkan pada kemampuan manajer untuk mengubah keunggulan karyawan menjadi keunggulan perusahaan. Apa yang dilakukan oleh para manajer unggul tersebut adalah empat tugas, keempat tugas tersebut adalah select (memilih) orang yang tepat, set expectation (tentukan harapan yang akan Anda capai), motivated your employee (memotivasi setiap elemen dalam perusahaan agar dapat berkontribusi secara maksimal) dan development (mengembangkan setiap unsur agar dapat bekerja seperti yang diharapkan). Akhirnya buku ini mencoba mengatakan bahwa, turn over yang tinggi tenyata sama sekali tidak tergantung pada seberapa besar perusahaan memberikan insentif bagi para karyawannya, atau seberapa besar gaji yang mereka terima. Teryata turnover itu sangat tergantung pada seberapa baik seorang manajer 'melayani' para karyawan dengan benar.• |
 |
OTHER AUTHOR REVIEW
Jurus Memangkas BPIH ...More >> A Riawan Amin: Bank Syariah Punya Pasar Sendiri ...More >> Berhasil berkat Iman dan Keyakinan ...More >> Jalan Tengah Haram-Halal Ala Pemberontak ...More >> ATM Kami Lebih Banyak dari BCA ( Wawancara ) ...More >> Bukan Alternatif, tapi Solusi ...More >> Great Manager = The Manager who Dares to Break the Rules ...More >> Jangan Alergi Konsep Syariah ...More >> Mempertahankan Sikap Egaliter ...More >> Bawahan harus diberi kepercayaan mengekspresikan diri ...More >> Nahkoda Perbankan Syariah Indonesia ...More >> |
|
 |
|