BOOK REVIEW
Mengubah Krisis Menjadi Prestasi
"Bukankah negara Anda sedang krisis dan penghasilan pegawai negeri sangat rendah? Tapi saya lihat rumah dan hidup Anda sangat mewah. Bagai mana bisa demikian?"
tanya seorang pejabat dari Cina yang bertandang ke rumah koleganya sesama pejabat dari Indonesia.

"Mari kita lihat lewat jendela. Lihat gedung tinggi di luar sana," kata pejabat dari Indonesia, yang disambut gelengan karibnya dari Cina. "Kalau jembatan besar di sudut sana?" Si pejabat Cina itu dengan keherananan menyambung, ‘’Saya tidak lihat apa-apa."
"Seratus persen, seratus persen," jelas pejabat Indonesia bangga sembari menyebut keuntungan 100 persen bisa diperoleh, karena memang gedung dan jembatan yang di tunjukkan fiktif adanya.
Kisah di atas bukan dikutip dari buku Mati Ketawa Cara Indonesia, tapi dari buku The Celestial Management (lagi-lagi Anda bise terkecoh kalau melihat judulnya, karena semua tulisan dari kata pengantar hingga akhir buku ditulis dalam bahasa Indonesia). Sebuah buku manajemen yang boleh dibilang unik baik dari isi maupun tampilan.
Umumnya, buku manajemen berangkat dari persoalan dalam lingkup korporasi. Tapi buku ini memperluas domainnya, misalnya, ke persoalan korupsi yang menjadi pusaran masalah terberat negara ini.

Betulkah kegagalan yang menyeret ke lubang krisis negeri ini adalah karena mismanagement? (hal.15). A Riawan Amin, penulis buku ini, menjawab: bukan mismanagement yang terjadi, melainkan misconduct. Kesalahan terjadi karena disengaja salah, sebab kesalahan itu bisa mendatangkan rezeki bagi segelintir orang. Kesalahan yang bisa mendatangkan rezeki "seratus persen" bagi oknum-oknum tertentu dengan rakyat sebagai sapi perahannya.

Apa solusinya? Penulis buku yang menamatkan pendidikan masternya di University of Texas (AS) pada 1987 ini, menawarkan pendekatan 'kembali ke asal'. Pendekatan manajemen yang meminjam 'nilai-nilai manajemen langit' (inilah kenapa buku ini diberi judul The Celestial Management), dan 'melupakan' pendekatan duniawi yang kita banggakan selama ini. Nilai-nilai langit, nilai-nilai spiritual, nilai-nilai yang identik dengan firman-firman Tuhan.

Bertumpu dari gagasan ini, maka paradigma ilmu manajemen pun harus diganti. Manajemen tidak lagi dalam pengertian getting things done through the people, melainkan getting God’s will done by the people. Pengertian yang pertama menempatkan seorang CEO sebagai pusat koordinasi yang perintahnya harus dijalankan kru tanpa kecuali. Berbeda dengan itu, tugas utama seorang CEO dalam pengertian kedua 'hanyalah' memfasilitasi sebuah lingkungan yang sesuai dengan spirit moral, yang bisa dipertanggungjawabkan tidak hanya di hadapan manusia tapi juga Tuhan (hal. xiv).


lkhtiar dalam menurunkan nilai-nilai langit itu dijabarkan putra dari pasangan Mr. Muh. Amin dan Cut Mariyam ini dalam tiga ranah hidup (3W yakni Worship, Wealth, Warfare). Ranah yang pertama adalah a place of Worship (tempat menyembah). Tempat kerja haruslah dimaknai sebagai tempat ibadah. Bekerja bukan untuk mengabdi kepada pimpinan, lebih dari itu kepada Sang Maha (hal.75).


Atribut turunan dari Worship terkumpul dalam akronim ZIKR (Zero base, Iman, Konsisten, Result Oriented). Dimulai dari hati yang bersih (Zero base), pekerjaan dilakukan dengan penuh keyakinan (iman), terus diarahkan kepada titik sasaran (konsisten), dan akhirnya difokuskan pada upaya pencapaian tujuan (result oriented).

Ranah kedua, adalah a place of Wealth (tempat menciptakan kemakmuran). Wealth yang dimaksud adalah keseimbangan antara kekayaan harta benda fisik dan kekayaan immaterial. Untuk kekayaan kedua ini dilakukan melalui sharing PIKR (Power, Information, Knowledge, Rewards) (hal. 132).

Dalam level ini, atribut PIKR menghendaki reformasi radikal. Organisasi hierarkhis dalam perusahaan menyebabkan PIKR tidak terdistribusi merata ke setiap lini. Akibatnya, akses PIKR hanya dimonopoli oleh lapisan puncak manajemen. Dinamika yang begitu pesat dari organisasi pesaing, menghendaki dekonstruksi yang merombak paradigma lama ini (hal.14S).

Pembaca selanjutnya akan menjumpai ranah ketiga a place of Warfare (tempat pertempuran) di mana pesaing adalah lawannya dan benak pelanggan sebagai medan pertempurannya (hal.203). Untuk menjadi the dream team di segala medan pertempuran, setiap kru harus membekali diri dengan atribut MIKR (Militan, Intelek, Kompetitif, dan Regeneratif).

Kalaupun ada kekurangan, mungkin yang paling bisa dilihat adalah banyaknya pengambilan kisah yang membuat buku ini berkesan kurang scientific. Namun di satu sisi, penyelipan itu menambah apetite membaca dan meninggalkan kesan text book yang berat. Secara keseluruhan, subtansi buku ini sangat menggugah.

Tampilan buku ini juga tak kalah menarik. Covernya terkesan klasik. Ketiadaan nama pengarang di cover buku menambah 'keanehan' buku. Daftar ini semakin panjang, ketika kita mulai menyibakkan halaman demi halaman. Akan ditemukan Bab Nol (tidak lazim, bukan?) juga pengemasan isi yang digabung dalam jembatan keledai ZIKR, PIKR, MIKR dalam penyajian daftar isi yang memudahkan pembaca melihat dan mengingat-ingat konsepnya. Buku ini cukup berharga untuk mengisi koleksi perpustakaan pribadi Anda.


JUDUL BUKU : The Celestial Management
Penulis : A. Riawan Amin
Editor : M. Luthfi Hamidi, U. Saefudin Noer, Ahmad Fadjri.
Halaman : xxxi + 257
Penerbit : Senayan Abadi Publishing, Jakarta
OTHER BOOK REVIEW
  • Zero Base Dalam Interaksi Sosial ...More >>
  • Menuju Manajemen Keabadian ...More >>
  • Terobosan Manajemen Khas Muamalat ...More >>
  • Mengubah Krisis Menjadi Prestasi ...More >>
  • AUTHOR REVIEW
  • Jurus Memangkas BPIH ...More >>
  • A Riawan Amin: Bank Syariah Punya Pasar Sendiri ...More >>
  • Berhasil berkat Iman dan Keyakinan ...More >>
  • Jalan Tengah Haram-Halal Ala Pemberontak ...More >>
  • ATM Kami Lebih Banyak dari BCA ( Wawancara ) ...More >>
  • Bukan Alternatif, tapi Solusi ...More >>
  • Great Manager = The Manager who Dares to Break the Rules ...More >>
  • Jangan Alergi Konsep Syariah ...More >>
  • Mempertahankan Sikap Egaliter ...More >>
  • Bawahan harus diberi kepercayaan mengekspresikan diri ...More >>
  • Nahkoda Perbankan Syariah Indonesia ...More >>


  • Intellectual Property of A. Riawan Amin