BOOK REVIEW
Menuju Manajemen Keabadian
Sumber: www.e-syariah.com, Juni 2004
Penulis: Atiek Haiban

Kehadiran buku berjudul The Celestial Management (Manajemen Langit) di antara buku-buku manajemen cukup menggoda. Pasalnya, istilah Manajemen Langit mengingatkan kita pada terminologi agama samawi yang artinya agama dari langit. Yang jadi pertanyaan apakah ada kesamaan makna dari langit yang digunakan kedua terminologi ini?. Apakah buku ini akan membuat dikotomi ilmu manajemen yang selama ini kita kenal sebagai manajemen bumi atau ciptaan manusia? Apalagi ada kesan religius yang muncul dari warna cover buku yang elegan. Cover yang didominasi warna coklat tua bergambar pintu gerbang bergaya Timur Tengah sangat identik dengan Islam. Bayangan akan dalil-dalil agama segera bermunculan .

Tapi kesan itu akan segera hilang ketika kita mulai membuka halaman demi halaman. Buku ini tidak bicara tentang dalil-dalil yang mematahkan apa yang menjadi buah pikir manusia. Namun buku yang terdiri dari 22 bab plus Bab 0 seperti memberi jiwa atau ruh akan apa yang dilakukan manusia. Dan hasilnya, bukan tak mungkin bisa lebih dahsyat!

Dalam pengantarnya, buku yang ditulis oleh A.Riawan Amin, disebutkan bahwa buku ini merupakan ikhtiar untuk menghadirkan nilai yang lebih jauh dari result duniawi. Alasannya, karena result duniawi tiada pernah akan kekal. Sementara nilai-nilai dalam bingkai spiritual belum menjadi pijakan dalam perilaku bisnis atau pencapaian result yang lebih kekal. (hal xiii).

Penulis ingin menggeser paradigma ilmu manajemen lama yang menempatkan seorang CEO menjadi pusat kordinasi yang perintahnya harus dijalankan krunya tanpa kecuali. Riawan lebih melihat seorang CEO adalah hadir untuk memfasilitasi sebuah lingkungan yang sesuai dengan spirit moral, yang bisa dipertanggungjawabkan dihadapan manusia, sekaligus Tuhan. Kru tidak pada posisi pasif, sebaliknya turut memberikan masukan dan pemikiran. (hal xiv)

Yang membedakan buku ini dari buku manajemen lainnya adalah apa yang menjadi pemikiran penggagas Manajemen Langit ini telah berhasil dibumikan. Buku ini menghadirkan perpaduan antara nilai-nilai yang disadur dari langit dan sekaligus diaplikasikan dalam kerja. Artinya, buku ini bukan hanya sekedar isapan jempol.

Menurut penulis, ada 12 nilai yang merupakan konsep inti Manajemen Langit (Bab 0). Nilai-nilai itu jika dikelompokkan dapat diakronimkan sebagai berikut yaitu ZIKR (Zero base, Iman, Konsisten, Result oriented), PIKR ( Power, Information, Knowledge, Reward), dan MIKR (Militan, Intelek, Kompetitif, Regeneratif).

Kadang orang berpikir bahwa sesuatu dari langit adalah jauh dari bumi. Atau sulit untuk dibumikan. Tapi gayung bersambut ketika penulis diberi kepercayaan untuk memimpin Bank Muamalat Indonesia di saat krisis melanda Indonesia. Di saat bank konvensional kolaps, BMI tidak mengalami hal serupa karena terbebas dari negative spread. Ini tentunya karena BMI tidak mengenal konsep bunga. Namun krisis ekonomi bukan tak berdampak, karena kinerja perusahaan merosot tajam. Segenap kru berhasil mengembalikan modal perusahaan yang sempat merosot hingga sepertiganya pada tahun 1998 atau tinggal Rp 39,3 miliar dari modal disetor Rp 138,4 miliar. Kerja keras ini tak sia-sia lantaran di akhir 2002 total ekuitas melebihi modal disetor menjadi Rp 174,32 miliar (hal. 21).

Buku setebal 257 halaman yang lahir ditangan editor M. Luthfi Hamidi, U. Saefudin Noer, dan Ahmad Fajrie ini tampaknya memang layak menjadi pegangan para CEO atau pelaku bisnis lainnya. Bekerja dan prestasi untuk dunia semata-mata hanya akan mendapatkan manfaat dunia saja. Lalu mengapa tidak bekerja di dunia untuk sekaligus mendapatkan manfaat akhirat?

Tak seperti layaknya buku lain yang mencantumkan pengarangnya di sampul halaman muka, nama Riawan hanya ada di sampul dalam. Mungkin ini menunjukkan kerendahan hati penggagasnya.

Namun tak ada gading yang tak retak. Dalam buku ini ada kutipan-kutipan dari penulis yang dituangkan secara langsung. Seperti di halaman 30 buku ini tertulis
‘’Dari sisi fit, saya kira tidak masalah. Mungkin dari sisi proper mereka punya banyak catatan,’’ papar Riawan mengenang. Atau di halaman 163 tertulis : Pada hari libur di bulan Juni 2003 Dirut Bank Muamalat, A.Riawan Amin menyempatkan diri bekerja…Sebagai sebuah buku yang merupakan hasil pemikiran sebaiknya tidak perlu menggunakan kutipan atas nama penulis.

Kendati demikian, buku ini tetap layak untuk dimiliki para CEO, mereka yang sedang menuju kursi kepemimpinan serta mereka yang tengah mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Paradigma telah berubah, Manajemen Langit seperti juga agama dari langit tampaknya lebih memberikan harapan untuk menuju keabadian. We are no longer living in the earth, but the Universe. (atiek haiban)
OTHER BOOK REVIEW
  • Zero Base Dalam Interaksi Sosial ...More >>
  • Menuju Manajemen Keabadian ...More >>
  • Terobosan Manajemen Khas Muamalat ...More >>
  • Mengubah Krisis Menjadi Prestasi ...More >>
  • AUTHOR REVIEW
  • Jurus Memangkas BPIH ...More >>
  • A Riawan Amin: Bank Syariah Punya Pasar Sendiri ...More >>
  • Berhasil berkat Iman dan Keyakinan ...More >>
  • Jalan Tengah Haram-Halal Ala Pemberontak ...More >>
  • ATM Kami Lebih Banyak dari BCA ( Wawancara ) ...More >>
  • Bukan Alternatif, tapi Solusi ...More >>
  • Great Manager = The Manager who Dares to Break the Rules ...More >>
  • Jangan Alergi Konsep Syariah ...More >>
  • Mempertahankan Sikap Egaliter ...More >>
  • Bawahan harus diberi kepercayaan mengekspresikan diri ...More >>
  • Nahkoda Perbankan Syariah Indonesia ...More >>


  • Intellectual Property of A. Riawan Amin