NEWS & EVENTS

Panorama Group Terinspirasi Buku The Celestial Management
JAKARTA – Manajemen Panorama Group, perusahaan properti beraset Rp 126 miliar, tertarik untuk menerapkan prinsip Profit-Loss Sharing (PLS) secara menyeluruh dalam usahanya. Menurut Komisaris Utama Panorama Group, Adrizal Azhar, saat ini perusahaan telah menerapkan prinsip itu, meski masih terbatas pada lini atas.

Keinginan itu, lanjut Adrizal, salah satunya terinspirasi dari buku The Celestial Management. “Waktu baca buku itu, saya pikiran saya langsung terbawa kepada gagasan saya dulu untuk menerapkan prinsip bagi hasil dalam manajemen. Membaca buku itu saya merasa ketinggalan. Tapi saya bersyukur, Muamalat sudah memberi contoh riil,” kata alumnus ITB jurusan Teknik Industri itu mengenang.

Untuk mewujudkan obsesi itu, pihaknya telah mengundang kru Muamalat untuk memberikan training khusus menyangkut penerapan sistem PLS sebagaimana yang ditulis dalam The Celestial Management. “Saya ingin tahu lebih lanjut, implementasi teknisnya itu seperti apa. Saya berharap bisa menerapkan prinsip itu secara murni dalam bisnis,” paparnya sembari menyebut kini perusahaan telah established di beberapa kota antara lain di Bandung, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Samarinda dan kini tengah memikirkan kemungkinan ekspansi di Yogyakarta. Manajemen, katanya, memperkirakan aset perusahaan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2005 menjadi Rp 420 miliar.

Bedah Buku

Menyadari pentingnya isi buku itu, Adrizal menawarkan diri untuk ikut berpartisipasi menyebarluaskan ide buku The Celestial Management melalui acara bedah buku di Bandung. “Kalau Muamalat menerapkan prinsip PLS itu wajar, tapi kalau sebuah perusahaan properti yang kebanyakan dimiliki oleh pengusaha Tionghoa seperti Panorama Group juga menerapkan prinsip yang sama, bukankah itu bisa menjadi model?” tandasnya.

Adrizal yang menyelesaikan pendidikan master di almamaternya dengan mengambil spesialisasi dalam Studi Pembangunan, optimistis prinsip PLS akan menjadi model yang menguntungkan bagi semua stake holder. Dengan demikian, lanjutnya, prinsip PLS itu bisa semakin memasyarakat.

Ketertarikan Adrizal pada prinsip PLS sebetulnya sudah bersemi sejak ia di bangku kuliah. Waktu menyusun tugas akhir, ia pun memberanikan diri menulis skripsi dengan tema prinsip imbalan kooperatif. Intinya, bagaimana secara teoritis prinsip PLS diterapkan dalam sebuah badan usaha. Waktu itu, skripsinya dipandang utopis karena dalam era kepemimpinan Soeharto lebih menonjol simbul sekularisasi dalam ekonomi. Namun akhirnya ia berhasil meyakinkan empat pengujinya –2 katolik, 1 Budha dan 1 Muslim—dengan mengambil contoh penerapan prinsip itu yang sudah berkembang di Malaysia. Penulis: m. luthfi hamidi
OTHER NEWS & EVENTS

  • IPB Gelar Bedah Buku The Celestial Management ...More >>
  • Membina God Corporate Governance dengan Muamalat Spirit ...More >>
  • FEUI dan Bank Muamalat Indonesia Gelar Seminar The Celestial Management ...More >>
  • Rudy Kurniawan: Training Celestial Management Berdampak Pada Etos Kerja ...More >>
  • Baitulmaal Muamalat Gelar Kajian The Celestial Management Untuk Eksekutif Muda ...More >>
  • Mochtar Riady: Saya Harus Belajar Tentang Celestial Management ...More >>
  • Hermawan Kertajaya: Abaikan Etika, Bisnis Out ...More >>
  • Panorama Group Terinspirasi Buku The Celestial Management ...More >>
  • Buku The Celestial Management Go International ...More >>


  • Intellectual Property of A. Riawan Amin