NEWS & EVENTS

Baitulmaal Muamalat Gelar Kajian The Celestial Management Untuk Eksekutif Muda
Mulai Oktober silam, Baitulmaal Muamalat (BMM) menggelar kajian eksekutif. Beranggotakan para manajer dan eksekutif muda pengajian bulanan ini mengkhususkan diri pada tema spiritualitas dalam dunia kerja. Masalah manajemen dan kaitannya dengan nilai-nilai spiritualitas menjadi topik diskusi yang dibimbing tokoh agama di ibukota.

Wahyu Dwi Agung, Direktur BMM, mengatakan kajian spiritual bertemakan manajerial ini memang dirancang khusus untuk para eksekutif muda. BMM mengundang mitra serta pengusaha Muslim untuk duduk bersama mendengarkan siraman rohani bertemakan kegiatan manajerial di perusahaan.Wahyu menjelaskan tanpa dibekali nilai spiritual, eksekutif muda hanya terpaku pada pekerjaan. Hal itu berdampak pada merosotnya etos kerja dan bahkan memicu timbulnya stress.

Sebagai pembicara pertama, A Riawan Amin (dirut Bank Muamalat Indonesia) memaparkan gagasan The Celestial Management. Sementara dari tokoh agama, hadir Prof Quraish Shihab. Keduanya membicarakan bagaimana kehidupan bisnis dan pekerjaan bisa membawa para manajer masuk surga atau sebaliknya. Kegiatan usaha, menurut Riawan Amin, bukan semata-mata ditujukan untuk memaksimalkan keuntungan, tapi untuk mengabdikan diri sebagai hamba Allah. Dalam bekerja, seorang pengusaha atau pegawai tetap harus berorientasi pada result atau hasil yang dicapai.

Lebih lanjut Quraish Shihab mengatakan result yang dikejar para manajer sebaiknya juga tidak dalam orientasi jangka pendek. Bercerita kondisi di negara maju, Quraish mengatakan kasus bunuh diri terjadi karena orang merasa hidupnya sudah mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. ''Mereka menetapkan result-nya hanya jangka pendek, di dunia saja,'' ujarnya. Padahal, umat Islam meyakini bahwa mereka akan hidup juga pada alam akhirat. Karena itu, menurut Quraish, dalam Islam result harus berorientasi jangka panjang terutama kehidupan akhirat.

Mengenai kajian manajerial, Wahyu Dewi Agung mengatakan kegiatan yang digelar tiap Jumat akhir pekan dalam setiap bulan bertujuan memberi masukan (intake) yang sesuai dengan kebutuhan rohani pada eksekutif. Menurut dia, para manajer harus tetap mendekatkan diri pada sang pencipta dan mengoptimalkan diri secara ihsan dalam mengelola usaha sehingga melahirkan kreativitas dan ide cemerlang.

Mengenai The Celestial Management (manajemen langit), Wahyu berpendapat konsep zikir, pikir, dan mikr yang digagas Riawan Amin bisa menjadi masukan bagi eksekutif untuk menghayati hakikat hidup dan mengoptimalkan peluang yang diberikan Allah. Dalam dunia yang serba instan, katanya, eksekutif muda terbawa dalam iklim persaingan yang berdampak pada hubungan interpersonal dan emosi. Kondisi itu, bila tak diatasi dengan baik melalui pencerahan spiritual bisa mengakibatkan stres dan kegelisahan berkepanjangan.

Untuk tahap berikutnya, kajian akan diisi oleh Ary Ginandjar, Toto Tasmara, dan lainnya. Lewat kajian eksekutif ini, para peserta juga diajak membersihkan hartanya dengan mewujudkan kepedulian pada masyarakat yang membutuhkan. Di tempat kajian, BMM membuka pos konsultasi untuk zakat baik pribadi maupun perusahaan serta model pembayarannya.
Penulis: siti darojah
OTHER NEWS & EVENTS

  • IPB Gelar Bedah Buku The Celestial Management ...More >>
  • Membina God Corporate Governance dengan Muamalat Spirit ...More >>
  • FEUI dan Bank Muamalat Indonesia Gelar Seminar The Celestial Management ...More >>
  • Rudy Kurniawan: Training Celestial Management Berdampak Pada Etos Kerja ...More >>
  • Baitulmaal Muamalat Gelar Kajian The Celestial Management Untuk Eksekutif Muda ...More >>
  • Mochtar Riady: Saya Harus Belajar Tentang Celestial Management ...More >>
  • Hermawan Kertajaya: Abaikan Etika, Bisnis Out ...More >>
  • Panorama Group Terinspirasi Buku The Celestial Management ...More >>
  • Buku The Celestial Management Go International ...More >>


  • Intellectual Property of A. Riawan Amin