NEWS & EVENTS

Membina God Corporate Governance dengan Muamalat Spirit
Ada satu hal yang sangat menonjol manakala kita bertemu dengan kru Bank Muamalat Indonesia. Baik level karyawan rendahan (mereka lebih senang menyebutnya: kru) hingga tingkatan direksi. Apakah itu? Penerapan ''prinsip-prinsip Samawi'' yang diistilahkan dengan Muamalat Spirit.

''Muamalat meyakini bahwa penerapan 'prinsip-prinsip langit' -- melalui Muamalat Spirit -- dalam perbankan akan melahirkan God Corporate Governance, yang memberi ruang kepada Kru Muamalat untuk meyakini bahwa semua kerja dan aktivitasnya dalam pengawasan Allah SWT, dan tidak ada sebutir dzarrah pun yang bakal luput dari perhitungan Allah SWT, Sang Maha Melihat,'' kata Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, A. Riawan Amin pada acara buka puasa dengan wartawan di Gedung Arthaloka Jakarta, pekan silam.

Riawan menambahkan, melalui Muamalat Spirit, Muamalat dibangun untuk menjadi sebuah organisme syariah yang bergerak di bidang ekonomi untuk kemakmuran, kesejahteraan, keadilan, dan pemberdayaan ekonomi umat manusia. ''Muamalat menjadi Tempat Beribadah (Worship), Pusat Berkumpul dan Berbagi Kesejahteraan (Wealth), serta Medan Pertempuran (Warfare) -- yang dilaksanakan melalui Tiga Konsep, yakni ZIKR-PIKR-MIKR,'' tutur pria yang akrab dipanggil Wawan.

Melalui nilai-nilai ZIKR (Zero Base, Iman, Konsisten, dan Result Oriented), seorang individu dibetuk menjadi insan unggulan. ''ZIKR menjadi modal dasar dalam mengelola kehidupan dan pekerjaan demi menghasilkan yang terbaik,'' tandas Wawan.

Konsep PIKR (sharing Power, Information, Knowledge dan Rewards) adalah panduan untuk menghasilkan Tim Unggulan. ''Bagus tidaknya kinerja sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh keunggulan satu-dua kru, tapi oleh proses berbagi dan kekompakan mereka menjalankan fungsi masing-masing,'' ujar Riawan.
Setelah terbentuk insan unggul, lalu berkembang menjadi tim unggul, langkah berikutnya adalah mencetak komunitas unggulan. Inilah yang diwujudkan dalam MIKR (Militan, Intelek, Kompetitif, dan Regeneratif). ''Konsep MIKR adalah ciri-ciri unggulan bagi terbentuknya sebuah komunitas yang senantiasa berjuang untuk memenangkan persaingan serta menghasilkan prestasi dari satu generasi ke generasi selanjutnya,'' tegas Riawan.

Bagi Kru Muamalat, kata Riawan, result tak hanya diukur dari prestasi-prestasi yang terlihat (tangible), karena hasil yang sebenarnya didambakan adalah hasil akhirat yang tak terlihat (intangible). ''Muamalat lebih dari sekadar bank syariah, tapi organisme dakwah bagi pembuktian unggulnya sistem bagi hasil dari sistem riba (bunga),'' tandasnya.

Ia menjelaskan, Muamalat meyakini adanya harapan bagi para penganut perbankan Islami, Muslim maupun non-Muslim, bahwa ada cara lain menuju Tuhan, yaitu dengan mempraktikkan ajaran-ajaran Ilahiah pada dunia perbankan dan perniagaan. Dengan demikian, akan terbentuk sistem perekonomian yang membawa kesejahteraan umat manusia. Penulis: irwan kelana
OTHER NEWS & EVENTS

  • IPB Gelar Bedah Buku The Celestial Management ...More >>
  • Membina God Corporate Governance dengan Muamalat Spirit ...More >>
  • FEUI dan Bank Muamalat Indonesia Gelar Seminar The Celestial Management ...More >>
  • Rudy Kurniawan: Training Celestial Management Berdampak Pada Etos Kerja ...More >>
  • Baitulmaal Muamalat Gelar Kajian The Celestial Management Untuk Eksekutif Muda ...More >>
  • Mochtar Riady: Saya Harus Belajar Tentang Celestial Management ...More >>
  • Hermawan Kertajaya: Abaikan Etika, Bisnis Out ...More >>
  • Panorama Group Terinspirasi Buku The Celestial Management ...More >>
  • Buku The Celestial Management Go International ...More >>


  • Intellectual Property of A. Riawan Amin